Minggu, 30 September 2012

Sistem Informasi Psikologi

Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi. Secara lebih sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan dari unsur-unsur yang memiliki hubungan, saling terorganisasi, berinteraksi, dan saling bergantung satu sama lain. 
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat, yaitu :
  1.  Komponen Sistem :  Sistem  terdiri dari sejumlah komponen yang berinteraksi dan saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
  2.  Batasan Sistem : Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya. 
  3. Lingkungan Luar Sistem : Lingkungan luar dari suatu sistem adalah segala sesuatu di luar batas sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
  4. Penghubung Sistem : Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem lainnya.
  5. Masukan Sistem : Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang akan diproses. Masukan data dapat berupa hal-hal terwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak.
  6. Pengolahan Sistem : Suatu sistem dapat mempunyai bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran yang berguna.
  7. Keluaran Sistem : Keluaran sistem merupakan hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat berupa masukan atau subsistem yang lain.
  8. Sasaran Sistem : Suatu sistem mempunyai tujuan atau sasaran. Sistem dikatakan berhasil apabila mengenai sasaran atau tujuan. 

Informasi 
Informasi merupakan data yang telah diperoleh menjadi bentuk yang lebih berarti dan berguna bagi penerimanya untuk mengambil keputusan baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang. Kegunaan informasi sendiri adalah untuk mengurangi keraguan disaat proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Informasi yang digunakan sangat berguna untuk mengetahui suatu keadaan yang sebelumnya tidak kita ketahui, sehingga kita dapat mengambil suatu keputusan dengan tepat dengan adanya Informasi yang telah kita dapatkan.

Informasi tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :
  1. Akurat : Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksud dari tujuannya. 
  2. Tepat : pada waktunya Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
  3. Relevan : Informasi tersebut menpunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. 
Informasi dalam suatu lingkungan sistem informasi memiliki beberapa ciri-ciri yaitu: 
  1. Benar atau salah : Berhubungan dengan benar atau tidak informasi yang diperoleh.
  2. Baru : Informasi yang diperoleh baru saja diterima bagi penerimanya.
  3. Tambahan : Informasi dapat memberikan tambahan baru pada informasi yang telah ada. 
  4. Korektif : Informasi dapat menjadi suatu korektif atau membenarkan informasi yang sebelumnya salah.
  5. Penegas : Informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada, ini berguna karena meningkatkan persepsi penerimanya atau kebenaran informasi yang ada. 

Perkembangan Sistem Informasi
Teknologi informasi di Indonesia mulai dikenal pada era tahun 90-an. Saat itu hampir semua pekerjaan sudah di kerjakan oleh mesin dan tidak menggunakan alat manual lagi. Suatu alat elektronik yang bernama PC (Personal Computer) juga sudah banyak digunakan, alat ini dapat memudahkan pekerjaan yang berhubungan dengan tulis menulis. Para pekerja teknologi informasi (ahli perangkat lunak) mengenal suatu sistem informasi yaitu Sistem Informasi Eksekutif, sistem ini diperuntukkan bagi kalangan atas dalam perusahaan (Direktur, manajer senior,dll). Sistem Informasi Eksekutif sangat membantu sekali bagi para petinggi perusahaan, petinggi perusahaan diberikan kemudahan dengan langsung bisa mengontrol langsung keadaan bisnis yang sedang dijalani. Sistem Informasi Eksekutif juga memberikan suatu informasi yang semakin detail. Sehingga mereka tidak perlu bingung mencari apa yang membuat bisnisnya tambah sukses dan apa bisnisnya mengalami penurunan.
Di era sekarang tahun 2000-an perkembangan teknologi juga semakin pesat. Munculnya HP dengan berbagai macam kelebihan, berbagai macam Smartphone yang sedang populer, notebook, laptop, sebuah tablet pintar, hingga Sistem Operasi Android yang kini sedang populer sekali.

Sistem Informasi
Apa itu sistem informasi? Sistem informasi merupakan suatu kombinasi dari manusia, alat teknologi, prosedur-prosedur yang terorganisasi dengan maksud menata informasi untuk membantu manajemen dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional perusahaan. 
Biasanya suatu perusahan atau badan usaha menyediakan semacam informasi yang berguna bagi manajemen. misalnya: Perusahaan pakaian yang mempunyai sistem informasi yang menyediakan informasi penjualan pakaian setiap harinya, serta stock pakaian yang tersedia, sehingga dengan adanya sistem informasi tersebut, seorang manajer bisa mengetahui bagaimana cara untuk mengambil suatu keputusan untuk memproduksi pakaian yang paling laris terjual.

Tujuan Sistem Informasi 
  1. Menyediakan informasi untuk membantu pengambilan keputusan manajemen
  2.  Membantu petugas didalam melaksanakan operasi perusahaan dari hari ke hari 
  3. Menyediakan informasi yang layak untuk pemakai pihak luar perusahaan. 

 Sistem Informasi dapat dikategorikan dalam empat bagian: 
  1. Sistem Informasi Manajemen 
  2. Sistem Pendukung Keputusan 
  3. Sistem Informasi Eksekutif 
  4. Sistem Pemrosesan Transaksi 

Psikologi
Psikologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat, hakikat, dan hidup jiwa manusia (psyche = jiwa ; logos = ilmu pengetahuan). Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari mengenai tingkah laku manusia, yakni tingkah laku manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan yang ada disekitarnya baik di rumah, sekolah, kantor dan lainnya. Manusia tidak dapat lepas dari lingkungan sekitarnya dengan demikian, manusia selalu hidup dalam suatu lingkungan.

Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu:
  1. Menjelaskan Yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif.
  2. Memprediksikan Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi.
  3. Pengendalian Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakan atau treatment
Psikologi berkaitan dengan masalah kegiatan psikis, seperti berpikir, belajar, menanggapi, mencinta, membenci dan lain-lain. Macam-macam kegiatan psikis pada umumnya dibagi menjadi 4 kategori, yaitu: 
  1. Pengenalan atau kognisi
  2. Perasaan atau emosi 
  3. Kemauan atau konasi 
  4. Gejala campuran.
Namun hendaknya jangan dilupakan, bahwa setiap aktivitas psikis/jiwa itu pada waktu yang sama juga merupakan aktifitas fisik/jasmani. Pada semua kegiatan jasmaniah kita, otak dan perasaan selalu ikut berperan juga alat indera dan otot-otot ikut mengambil bagian didalamnya. Misalnya, jika seseorang menaruh rasa semangat yang tinggi, ketika ia mengahadapi suatu masalah tertentu maka ia akan menaggapi masalah itu dengan semangat untuk menyelesaikannya. 

Sistem Informasi Psikologi 
Diatas telah dijelaskan masing-masing arti dari sistem, informasi, dan juga psikologi. Dari berbagai uraian yang telah dijelaskan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Sistem informasi psikologi adalah suatu bidang kajian ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara ilmu psikologi itu sendiri dalam kaitannya dengan penggunaan sistem teknologi seperti komputer dan aplikasinya dalam bidang psikologi. Contohnya banyak dilaboratorium psikologi yang menggunakan prinsip ilmu komputer. Ketika kita ingin membuat laporan, atau membuat tulisan kita akan menggunakan teknologi komputer yang dilengkapi software dari Microsoft Office agar laporan yang kita buat lebih cepat selesai dan rapih. Sistem Informasi komputer tersebut dapat mempermudah pekerjaan kita. Selain itu, ada juga sistem konseling online yang sekarang ini banyak beredar di situs jejaring sosial. Dengan demikian, sekarang sudah banyak penggunaan sistem informasi yang saling berkaitan dengan bidang psikologi, dimana ilmu komputer tersebut juga banyak berperan dalam perkembangan ilmu psikologi saat ini. 


Referensi :
  1. Wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem
  2. Al Fatta, Hanif. (2007). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi 
  3. http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2212116-pengertian-sistem-dan-karakteristik-sistem/#ixzz27mRxMl6e 
  4. Gaol, C. J. L., (2008). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Grasindo 
  5.  Ladjamudin, bin Al – Bahra. (2005). Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Graha Imu 
  6. Giri Ayoga, http://giriayoga.com/2011/10/20/perkembangan-sistem-informasi-eksekutif-dan-penerapannya-di-indonesia/ 
  7. Pradana Willies Zaheras, http://willis.comze.com/pengertian_informasi.html
  8. Yan Azmi, http://yanazmi.blogspot.com/2009/04/pengertian-informasi.html 
  9. http://blog.codingwear.com/bacaan-106-Pengertian-Sistem-Informasi.html 
  10. http://www.worldfriend.web.id/blog-friend/567-definisi-sistem-informasi--teknologi-informasi-dan-ilmu-pengetahuan 
  11. Gunarsa, Singgih D. & Gunarsa, Ny. Singgih D. (2008). Psikologi Perawatan. Jakarta : Gunung Mulia 
  12. Ibanez, http://ibanezs.multiply.com/journal/item/6/ilmu_psikologi?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
  13.  http://www.psikologizone.com/pengertian-ilmu-psikologi/0651110 
  14. Irene, http://irene-blogqw.blogspot.com/2011/04/sistem-informasi-psikologi.html

Minggu, 22 April 2012

Ayat-Ayat Cinta

Nama : Annisa Ayu W
 NPM : 13509769
Kelas : 3PA01


Ayat-Ayat cinta merupakan film bernuansa islami dan didalamnya terdapat nuansa percintaan segitiga. Alasan saya menjadikan film Ayat-ayat cinta ini sebagai salah satu film favorit karena ini merupakan film pertama dengan nuansa religius yang cukup kental, ditambah dengan berbagai konflik percintaan didalamnya. Selain itu, setting yang berada di luar negeri pun menjadikan film ini mempunyai kesan tersendiri bagi saya sebagai penonton. Konflik yang ada pun membuat cerita yang ada semakin menarik. Agar lebih jelasnya saya akan membahas dan memberikan beberapa pandangan saya mengenai cerita ini.

Di film ini Tokoh utamanya adalah Fahri yaitu seorang pemuda yang tampan asal Indonesia ia sedang berusaha menggapai gelar masternya di Universitas Al-Azhar, cairo, Mesir. Dia juga mempunyai ahlak sebagai seorang pria muslim yang baik. Sehingga, tidak heran bila ia banyak dikagumi oleh wanita-wanita. Termasuk seorang gadis cantik bernama Maria. Ia merupakan tetangga Fahri yang beragama Kristen. Maria jatuh cinta kepada Fahri akan tetapi dia melakukan pertahanan diri (defense)dengan merepres perasaannya kepada Fahri karena ia tau bahwa Fahri adalah seorang muslim yang taat dan tidak mungkin untuk menjalin kasih dengan gadis yang tidak seiman dengannya. Selain itu, ada juga Nurul yang merupakan teman kampus Fahri yang juga menyukainya.

Sampai akhirnya Fahri bertemu dengan seorang gadis bercadar bernama Aisha di dalam sebuah kereta. Dan pertemuan itu menjadi pertemuan pertama kali mereka. Di sisi lain ada seorang gadis muslim bernama Noura, dia sering dipukuli oleh ayahnya yang bernama Bahadur. Mengetahui hal itu Fahri kasian dan berniat menolong Noura bersama Maria. Karena, sebenarnya ayah Noura yang sering memukulinya hanya ayah angkat Noura. Di lain pihak, diam-diam Noura justru jatuh cinta kepada Fahri. Lalu guru Fahri yaitu Syeikh Utsman menawarkan Fahri untuk melakukan ta’aruf dengan seorang gadis. Fahri awalnya bingung, karena ia merasa belum punya pekerjaan tetap dan tidak pantas, tapi akhirnya fahri pun menerima ta’aruf tersebut. Setelah itu Fahri pun bertemu dengan gadis yang akan berta’aruf dengannya. Dan ternyata dia adalah Aisha, Fahri pun tersenyum dan menerima pernikahan tersebut. Akad nikah pun digelar. Nurul dan Maria pun sangat sedih ketika mengetahui bahwa Fahri sudah menikah dengan Aisha.

Pada suatu malam tiba-tiba datang 2 orang polisi Mesir yang membawa surat perintah penangkapan Fahri karena dituduh melakukan pemerkosaan terhadap Noura. Selama di dalam penjara Fahri cukup sabar dan bisa mengendalikan emosi terhadap tuduhan yang ditunjukan kepadanya. Ketika sidang digelar Noura memberi kesaksian palsu dan mengatakan bahwa Fahri lah yang memperkosanya, kesaksian dari beberapa saksi lainnya pun sangat memberatkan Fahri dan menunjukkan kalau Fahri telah menculik dan memperkosa Noura.

Fahri pun mengajukan Maria sebagai saksi, tapi ternyata Maria masih koma karena kecelakaannya. Kemudian Aisha berusaha mencari maria dan kemudian Aisha mengetahui bahwa Maria sebenarnya sangat mencintai Fahri. Fahri akhirnya meminta izin untuk keluar dari penjara agar dapat menemui Maria. Karena melihat kondisi Maria yang semakin lemah akhirnya Aisha meminta Fahri untuk menikahi Maria. Awalnya Fahri tidak setuju tapi akhirnya Ia pun setuju dan menikahi Maria. Ketika pernikahan diadakan Aisha berlari keluar ruangan sambil menangis disini terlihat bahwa sebenarnya Aisha mengalami konflik bathin yang cukup kuat dimana dia sebenarnya sedih dengan pernikahan itu tetapi dia juga harus berusaha untuk mengikhlaskan keadaan itu untuk kebaikan bersama.

Persidangan Fahri pun digelar kembali dan Maria pun bersaksi bahwa Fahri tidak memperkosa Noura. Akhirnya Noura pun mengakui bahwa Bahadur lah yang memperkosa dirinya dan dia memfitnah Fahri. Hal itu, dilakukan oleh Noura karena dia merasa kebutuhan cintanya tidak bisa terpenuhi, Ia merasa kesepian. Fahri tidak mencintainya sementara dia justru diperkosa oleh ayah angkatnya sendiri. Fitnah yang dilakukan Noura adalah bentuk agresi dari dirinya.

 Akhirnya Fahri bebas, dan tinggal bertiga bersama dengan kedua istrinya sekarang yaitu Maria dan Aisha. Awalnya mereka bahagia tetapi lama kelamaan Aisha yang merupakan istri pertama Fahri merasa cemburu sampai akhirnya Aisha memilih pergi ke Turki untuk menenangkan diri. Fahri pun menyusul Aisha ke rumah pamannya untuk membujuk dan meminta Aisha untuk kembali pulang. Aisha pun pulang kembali ke rumah dan sudah bisa menerima dengan keadaan saat ini. Disini terlihat bahwa Aisha sebenarnya masih sering kesulitan memahami kondisi rumah tangganya sekarang dengan adanya Maria. Tetapi, dengan sifat Fahri yang penyabar untuk membujuk dan memberikan penjelasan-penjelasan mengenai keadaan yang dialami sekarang akhirnya Aisha mulai sadar bahwa apa yang ia lakukan tidak benar.

Suatu hari Maria kembali jatuh sakit dan harus dirawat kembali karena jantungnya yang lemah, sementara itu Aisha yang memang sedang hamil besar pun memerlukan Fahri. Kemudian, Di rumah sakit Maria meminta untuk solat berjamaah bersama Fahri dan Aisha. Sementara maria melaksanakan solat dari tempat tidur dan setelah selesai solat, Fahri dan Aisha baru menyadari bahwa Maria telah meninggal. Akhir cerita Fahri dan Aisha hidup bersama, mereka berdua saling terpenuhi kebutuhan cintanya dan hidup berbahagia bersama.

Jumat, 23 Maret 2012

Psikoterapi dengan menggunakan Teknik Psikoanalisis

Dalam Psikoterapi ada beberapa teknik yang digunakan, salah satunya yaitu teknik Psikoanalisis. Teknik psikoanalisis ini dikembangkan oleh seorang tokoh terkemuka yaitu Sigmund Freud. Teknik psikoanalisis ini mendalami ketidaksadaran pasien sampai faktor penyebab gangguannya dapat terlihat. Menurut freud ada beberapa teknik psikoananlisis yang digunakan untuk pasien. Beberapa diantaranya adalah analisis mimpi, asosiasi bebas, transferensi, dan penafsiran.

1. Asosiasi bebas merupakan suatu teknik terapi dimana pasien diberikan tempat yang nyaman atau berada dalam kondisi rileks. Dalam hal ini terapis hanya duduk dan mendengarkan cerita dari pasien saja. Kemudian, pasien diminta untuk mengungkapkan atau menceritakan apa yang ada di dalam pikirannya, yang bisa berasal dari mimpi, khayalan, ataupun masalah yang sedang dialaminya. Teknik ini dapat membantu pasien dalam mencapai kesadaran diri, kejujuran, keefektifan dalam melakukan hubungan personal dalam menangani kecemasan secara realistis.

2. Analisis mimpi yaitu keadaan dimana pasien ketika tidur, kontrol kesadarannya akan menurun sampai akhirnya ia akan mimpi. kemudian, pasien diminta untuk mengingat dan menceritakan kembali bagaimana mimpi mereka. Setelah itu, terapis dapat membahas mimpi itu dengan pasien. Selanjutnya dapat dianalisa lebih lanjut arti dari gambaran yang telah diperoleh dari setiap kasus. Teknik ini dapat membentuk kembali struktur karakter individu dengan jalan membuat kesadaran yg tak disadari didalam diri pasien.

3. Transferensi yaitu proses analisis dimana pasien diminta untuk memindahkan emosi-emosi yang dipendam sejak tahun-tahun awal di kehidupannya dari berbagai pengalaman-pengalaman emosional yang pernah dialaminya. Cara ini dapat menyelediki ketidaksadaran pasien, karena dapat menghidupkan kembali perasaan emosioanal terdahulunya.

4. Penafsiran adalah proses dimana terapis mencoba menjelaskan pada pasien hasil atau makna dari berbagai teknik asosiasi bebas, analisis mimpi, maupun tranferensi. Dalam hal ni terapis harus mencari waktu yang baik dan tepat untuk membicarakan penafsirannya kepada pasien.

Sumber:
-Teknik dan terapi dalam menangani siswa bermasalah – Jumat, 23 Maret 2012 http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2134754-teknik-dan-terapi-dalam-menangani/#ixzz1pv6vk3UU
-Terapi Psikoanalitik - Jumat,23 Maret2012 http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2010/12/27/terapi-psikoanalitik/
-Hartosujono, Diktat Psikoterapi,Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa,Yogyakarta: Fakultas Psikologi

Selasa, 20 Maret 2012

apakah psikoterapi itu ?

Psikoterapi merupakan media pengobatan, perawatan yag berkaitan dengan alam pikiran kita yang disebabkan oleh gangguan-gangguan psikis melalui metode psikologis. Saat ini psikoterapi tidak hanya sebagai media pengobatan dan perawatan saja, tetapi juga berfungsi sebagai pencegahan dan upaya untuk pemeliharaan serta pengembangan bagi individu. Dalam upaya pengobatan psikoterapi dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan-gangguan yang ada dalam individu.
Gangguan-gangguan yang ada pada individu misalnya kecemasan atau stres yang dialaminya. Dalam hal ini, psikolog dapat melakukan upaya-upaya untuk mengurangi kecemasan atau stres yang dialami individu dengan menggunakan beberapa teknik dalam psikoterapi. Misalnya dengan menggunakan teknik terapi kognitif. Dalam teknik terapi kognitif klien dapat diajarkan untuk berfikir lebih positif dan belajar dari pengalaman-pengalaman mereka yang dapat menimbulkan kecemasan atau stres tersebut. Sedangkan, untuk upaya pengembangan psikolog dapat membantu klien dalam upaya memotivasi mereka untuk melakukan suatu hal yang baik serta mengembangkan kreatifitas yang ada pada diri klien.

Jumat, 16 Maret 2012

Psikoterapi

A. SEJARAH PSIKOTERAPI

Psikoterapi berawal dari upaya menyembuhkan pasien yang menderita penyakit jiwa berabad-abad yang lalu dengan orientasi mistik. Upaya mengusir roh jahat dengan cara tidak manusiawi (mengisolasi, mengikat, memasung, memukul). kemudian Philipe Pinel Melakukan pendekatan bersifat manusiawi, yang berorientasi pada kasih sayang (love oriented approach) dan mendirikan asylum. Lalu, Anton Mesmer Mempergunakan teknik hypnosis & sugesti. Teknik hypnosis kemudian digunakan oleh Jean Martin Charcot. Dilanjutkan dengan Paul Dubois yang merumuskan & menekankan peranan penting teknik berbicara (speech technique, talking cure) yang digunakan kepada pasien. Paul Dubois tercatat sebagai “The First Psychotherapiest”. Joseph Breuer (senior dari Sigmund Freud) & Sigmund Freud menggunakan teknik hypnosis & teknik berbicara dalam upaya menyembuhkan pasien-pasien hysteria. Pada Breuer, talking cure dilakukan terhadap pasien dalam keadaan hypnosis tapi Pada Sigmund Freud talking cure dilakukan terhadap pasien dalam keadaan sadar. Itulah awal mula adanya psikoterapi.

B. PENGERTIAN PSIKOTERAPI
Psyche : mind / jiwa Therapy : merawat, mengobati, menyembuhkan
Psikoterapi ( psychotherapy) adalah pengobatan alam pikiran, atau lebih tepatnya, pengobatandan perawatan gangguan psikis melalui metode psikologis. Istilah ini mencakup berbagai teknik yang bertujuan untuk membantu individu dalam mengatasi gangguan emosionalnya dengan caramemodifikasi perilaku, pikiran dan emosinya, sehingga individu tersebut mampumengembangkan dirinya dalam mengatasi masalah psikisnya.Menurut Carl Jung, psikoterapi telah melampaui asal-usul medisnya dan tidak lagi merupakansuatu metode perawatan orang sakit. Psikoterapi kini juga digunakan untuk orang sehat atau padamereka yang mempunyai hak atas kesehatan psikis yang penderitaannya menyiksa kita semua.Menurut pendapat Jung ini, bangunan psikoterapi selain digunakan untuk fungsi kuratif (penyembuhan), juga berfungsi preventif (pencegahan), dan konstruktif (pemeliharan dan pengembangan jiwa yang sehat). Psikoterapi sangat berguna untuk:

1.Membantu penderita dalam memahami dirinya, mengetahui sumber-sumber psikopatologi dan kesulitan penyesuaian diri, memberi perspektif masa depan yang lebihcerah.
2.Membantu penderita mendiagnosis bentuk-bentuk psikopatologi, dan
3.Membantu penderita menentukan langkah-langkah praktis dan pelaksanaan pengobatannya.

Ciri psikoterapi :
1. Proses : Interaksi 2 pihak, formal, profesional, legal, etis
2.Tujuan : Perubahan kondisi psikologis pribadi yang positif/optimal (afektif, kognitif, individu - perilaku/kebiasaan)
3.Tindakan, berdasar : ilmu (teori-teori), teknik, skill yang formal - assessment (data yang diperoleh melalui proses assessment – wawancara, observasi, tes, dsb)

Tujuan terapi (Korchin) :
1. memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar
2. mengurangi tekanan emosional
3. mengembangkan potensi klien
4. mengubah kebiasaan
5. memodifikasi struktur kognisi
6. memperoleh pengetahuan tentang diri
7. mengembangkan kemampuan berkomunikasi & hubungan interpersonal
8. meningkatkan kemampuan mengambil keputusan
9. mengubah kondisi fisik
10. mengubah kesadaran diri
11. mengubah lingkungan sosial

Dasar psikoterapi : Manusia pada dasarnya bisa dan mungkin untuk dipengaruhi / diubah melalui intervensi psikologi yang direncanakan

Terapi akan efektif jika : adanya pemulihan dalam hubungan interpersonal - adanya keterampilan coping yang lebih baik - pertumbuhan personal


C. PERBEDAAN PSIKOTERAPI DAN KOSELING
Beberapa pemahaman seringkali menjadi permasalahan, apakah yang dilakukan penolong terhadap kliennya dalam proses psikoterapi atau konseling. Ada beberapa di antara kedua metode ini memiliki perbedaan, di sisi lain ada juga kesamaan. Menurut Mappiare (2004) ada sejumlah perbedaan psikoterapi dan konseling dikemukakan sebagai berikut:

1. Konseling merupakan bagian dari psikoterapi. Psikoterapi merupakan bagian yang lebih luas dari pada konseling.
2. Konseling lebih mengarah pada penyebab atau awal masalah. Selanjutnya konseling lebih mengarah pada pengembangan-pendidikan-pencegahan. Berbeda dengan psikoterapi yang mengarah penyembuhan-penyesuaian-penyembuhan.
3. Dasar konseling adalah filsafat manusia. Dasar dari psikoterapi adalah perbedaan individual dengan dasar-dasar psikologi kepribadian dan psikopatologi. Pada perkembangan selanjutnya konseling juga memanfaatkan perkembangan teori-teori kepribadian dalam konteks ilmu perilaku.
4. Dijelaskan oleh Narayana Rao (dalam Mappiare, 2004) bahwa tujuan antara konseling dan psikoterapi sama, namun keduanya berbeda dalam proses pencapaiannya. Psikoterapi mencapainya dengan cara ‘pembedahan’ psikis dan pembedahan otak. Proses konseling lebih mengarah pada identifikasi dan kekuatan-kekuatan positif yang dimiliki klien, agar klien lebih maksimal dalam kehidupannya.

D. TEKNIK-TEKNIK PSIKOTERAPI
Sampai saat ini, sebagaimana yang dikemukakan oleh Atkinson, terdapat teknik psikoterapi yang digunakan oleh para psikiater atau psikolog yaitu:

1.Teknik terapi psikoanalisis, bahwa di dalam tiap-tiap individu terdapat kekuatan-kekuatan yang saling berlawanan yang menyebabkan konflik internal tidak terhindarkan. Konflik yang tidak disadari itu memiliki pengaruh yang kuat pada perkembangan kepribadian individu, sehingga menimbulkan stres dalam kehidupan. Teknik ini menekankan fungsi pemecahan masalah dari ego yang berlawanan dengan impuls seksual dan agresif dari id. Model ini banyak dikembangkan dalam Psikoanalisis yang dipelopori oleh Sigmund Freud.

Menurut Freud, ada beberapa teknik penyembuhan penyakit mental, diantaranya yaitu dengan mempelajari :
- Hipnotis banyak digunakan oleh psikiater Perancis, dengan cara menghilangkan ingatan-ingatan pasien yang mengandung simptomsimptom, kemudian psikiater memberikan ingatan baru berupa sugesti-sugesti yang kuat, yang dapat memulihkan kesehatan pasien. Freud kurang tertarik dengan teknik ini, sebab tingkat keampuhannya diragukan.

- Chatarsis, yaitu pembebasan dan pelepasan ketegangan atau kecemasan dengan jalan mengalami kembali dan mencurahkan keluar kejadian-kejadian traumatis di masa-masa lalu, yang semula dilakukan dengan jalan menekan emosi-emosinya ke alam ketidaksadaran. Teknik ini digunakan dengan cara berbicara (talking cure). Cara kerjanya adalah pasien disuruh untuk menguraikan simptom secara rinci yang mengganggu jiwanya, setelah simptom itu muncul lalu psikiater segera menghilangkannya.

- Asosiasi bebas, yaitu membiarkan pasien menceritakan keseluruhan pengalamannya, baik yang mengandung symptom maupun tidak. Cerita yang dikemukakan tidak harus runtut, teratur, logis ataupun penuh makna. Cerita itu betapapun memalukan tetapi tetap harus diceritakan. Setelah simptom diketahui, psikiater mudah memberikan terapinya.

- Analisis mimpi. Mimpi adalah jalan kerajaan menuju alam bawah sadar. Ia merupakan keinginan tahu ketakutan bawah sadar dalam bentuk yang disangkal. Mimpi merupakan bentuk, isi, dan kegiatan paling primitif dari jiwa seseorang. Setelah pasien menceitakan mimpinya, psikiater mengetahui rahasia paling dalam di dalam jiwa pasien. Freud membedakan antara isi mimpi manifes (jelas, sadar) dan isi mimpi laten (tersembunyi, tidak disadari). Dengan mengungkap isi manifes dari suatu mimpi dan kemudian mengasosiasi-bebaskan isi mimpi, ahli analisis dan klien berupaya mengungkap makna bawah sadar.
Teknik terapi Psikoanalisis Freud pada perkembangan selanjutnya disempurnakan oleh Jung dengan teknik terapi Psikodinamik.

2. Teknik terapi perilaku, yang menggunakan prinsip belajar untuk memodifikasi perilaku individu. Teknik ini antara lain :
- Desensitisasi sistematik dipandang sebagai proses deconditioning atau counterconditioning. Prosedurnya adalah memasukkan suatu respons yang bertentangan dengan kecemasan , seperti relaksasi. Individu belajar untuk relaks dalam situasi yang sebelumnya menimbulkan kecemasan.

- Flooding adalah prosedur terapi perilaku di mana orang yang ketakutan memaparkan dirinya sendiri dengan apa yang membuatnya takut, secara nyata atau khayal, untuk periode waktu yang cukup panjang tanpa kesempatan meloloskan diri.

- Penguatan sistematis (systematic reinforcement) didasarkan atas prinsip operan, yang disertai pemadaman respons yang tidak diharapkan. Pengkondisian operan disertai pemberian hadiah untuk respons yang diharapkan dan tidak memberikan hadiah untuk respons yang tidak diharapkan.

- Pemodelan (modeling) yaitu mencontohkan dengan menggunakan belajar observasionnal. Cara ini sangat efektif untuk mengatasi ketakutan dan kecemasan, karena memberikan kesempatan kepada klien untuk mengamati orang lain mengalami situasi penimbul kecemasan tanpa menjadi terluka. Pemodelan lazimnya disertai dengan pengulangan perilaku denganpermainan simulasi (role-playing).

- Regulasi diri melibatkan pemantauan dan pengamatan perilaku diri sendiri, pengendalian atas kondisi stimulus, dan mengembangkan respons bertentangan untuk mengubah perilaku maladaptif.

3.Teknik terapi kognitif perilaku, yaitu teknik memodifikasi perilaku dan mengubah keyakinan maladaptif. Ahli terapi membantu individu mengganti interpretasi yang irasional terhadap terhadap suatu peristiwa dengan interpretasi yang lebih realistik. Atau, membantu pengendalian reaksi emosional yang terganggu, seperti kecemasan dan depresi dengan mengajarkan mereka cara yang lebih efektif untuk menginterpretasikan pengalaman mereka.

4.Teknik terapi humanistik, yaitu teknik dengan pendekatan fenomenologi kepribadian yang membantu individu menyadari diri sesungguhnya dan memecahkan masalah mereka dengan intervensi ahli terapi yang minimal. Gangguan psikologis yang diduga timbul jika proses pertumbuhan potensi dan aktualisasi diri terhalang oleh situasi atau oleh orang lain. Carl Rogers, yang mengembangkan psikoterapi yang berpusat pada klien (client-centered-therapy), percaya bahwa karakteristik ahli terapi yang penting untuk kemajuan dan eksplorasi-diri klien adalah empati, kehangatan, dan ketulusan.

5.Teknik terapi eklektik atau integrative, yaitu memilih dari berbagai teknik terapi yang paling tepat untuk klien tertentu, ketimbang mengikuti dengan kaku satu teknik tunggal. Ahli terapi mengkhususkan diri dalam masalah spesifik, seperti alkoholisme, disfungsi seksual, dan depresi. Keenam, teknik terapi kelompok dan keluarga. Terapi kelompok adalah teknik yang memberikan kesempatan bagi individu untuk menggali sikap dan perilakunya dalam interaksi dengan orang lain yang memiliki masalah serupa. Sedang terapi marital dan terapi keluarga adalah bentuk terapi kelompok khusus yang membantu pasangan suami-istri, atau hubungan orang tua dan anak, untuk mempelajari cara yang lebih efektif, untuk berhubungan satu sama lain dan untuk menangani berbagai masalahnya.

Berbagai teknik terapi di atas, tak satupun menyebutkan teknik terapi ukhrawi (psikoterapi yang berpijak pada ajaran agama). Freud bahkan dalam The Future of an Illusions menganggap bahwa orang yang memeluk suatu agama berarti ia telah menderita delusi, ilusi, dan perasaan menggoda pikiran (obsessional neurosis) yang berasal dari ketidakmampuan manusia (helplesness) dalam menghadapi kekuatan alam di luar dirinya dan juga kekuatan insting dari dalam dirinya sendiri.

Agama merupakan kumpulan neurosis atau kekacauan mental yang disebabkan oleh kondisi serupa dengan kondisi yang menimbulkan neurosis pada anak-anak. Hal itu menunjukkan bahwa satu-satunya psikoterapi yang dikembangkan dalam psikoterapi psikoanalisis adalah psikoterapi duniawi, sebab teori-teorinya didasarkan atas paradigma antroposentris, yang tidak mengenal dunia spiritual atau agama. Carl Gustav Jung seorang putra mahkotanya sendiri tetapi kemudian membangkangnya, terpaksa mengadakan penelitian pada mitologi, agama, alkemi dan astrologi. Penelitiannya ini dapat membantu kejelasan archetipe-archetipe yang sulit diperoleh dari sumber-sumber kontemporer. Selanjutnya, Allport juga membantah teori Freud. Para psikolog kontemporer tidak berhasil menemukan patologi-patologi yang terjadi pada pemeluk agama yang salih. Pemeluk agama yang salih justru mampu mengintegrasikan jiwanya dan mereka tidak pernah mengalami hambatan-hambatan hidup secara serius. Dengan uraian di atas, teori Freud yang hanya mengutamakan psikoterapi duniawi tidak dapat dipertahankan lagi dan dipandang perlu untuk penambahan psikoterapi lain yang dikaitkan dengan kehidupan agama (religius), yakni psikoterapi ukhrawi yang berasaskan agama




Sumber

Wikipedia Psikoterapi – Jumat, 15 Maret 2012 http://id.wikipedia.org/wiki/Psikoterapi
Pengertian Psikologi - Jumat, 15 Maret 2012 http://www.scribd.com/doc/54765094/pengertian-psikoterapi
Kitab Psikologi – Terapi Psikologi - jumat, 15 Maret 2012 http://zainulanwar.staff.umm.ac.id/download-as-pdf/umm_blog_article_413.pdf
Hartosujono, Diktat Psikoterapi,Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa,Yogyakarta: Fakultas Psikologi

Kamis, 29 Desember 2011

Kebudayaan Gorontalo

Disusun oleh :
Annisa Ayu Widyasari (13509769)
Faniardhiny B (14509040)
Feliane Hoariska Rahim (10509391)
Ria Widi Astuti (10509341)
Usber Fransiskus Manurung (16509974)
Yuliana Hutasoit (15509521)




DAFTAR ISI

Daftar Isi……………………………………………………………………………… i

BAB I
Pendahuluan…………………………………………………………………………… 1
a. Latar Belakang Masalah………………………………………………1
b. Fenomena………………………………………………………………........1
c. Tujuan Penelitian………………………………………………………….1
d. Metode Penelitian………………………………………………………….1
Bab II
Tinjauan Pustaka……………………………………………………………………….....2
A. Pengertian Kebudayaan…………………………………………………2
B. Sejarah Gorontalo………………………………………………………… 2
C. Pengertian Dayango……………………………………………………….5
Bab III
Hasil……………………………………………………………………………..............7
Kesimpulan………………………………………………………………….............8
Lampiran……………………………………………………………………………...........9
Daftar Pustaka………………………………………………………………………......ii



BAB I
Pendahuluan

a. Latar Belakang Masalah
Gorontalo merupakan salah satu provinsi di wilayah Republik Indonesia yang memanjang dari Timur ke Barat di Bagian Utara Pulau Sulawesi. Dalam makalah ini Kami akan mengulas sedikit sejarah dari Kebudayaan Gorontalo kemudian gambaran dari sistem pemerintahannya serta kebiasaan atau acara adat yang biasa dilakukan oleh penduduk Gorontalo. Namun Kami akan lebih memperdalam pembahasan mengenai adat istiadat dari Kebudayaan Gorontalo khusunya mengenai Dayango.

b. Fenomena
Menjelaskan apa itu dayango, mengapa dayango itu bias terjadi dan bagaimana terjadinya dayango.

c. Tujuan Penelitian
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menjelaskan kepada para pembaca agar dapat menambah wawasan dan lebih mengetahui tentang tradisi di Gorontalo yaitu Dayango. Dalam makalah ini menjelaskan mengenai bagaimana Dayango dapat terjadi dan bagaimana Dayango tidak lagi dilestarikan pada saat ini.

d. Metode Penelitian
Metode penelitian yang kami gunakan dalam makalah ini adalah Metode Penelitian Kualitatif



BAB II
Tinjauan Pusataka

A. Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

B. Sejarah Gorontalo
Gorontalo seperti daerah lainnya di Indonesia pernah lama dijajah oleh Belanda akan tetapi lebih dahulu merdeka ketimbang Indonesia. Gorontalo merdeka pada tahun 1942 ketika penjajah Belanda digantikan oleh Jepang.
Pra-Kolonial
Menurut sejarah, Gorontalo merupakan salah satu kota tua di Sulawesi selain Kota Makassar, Pare-pare dan Manado. Gorontalo pada saat itu menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Indonesia Timur yaitu dari Ternate, Gorontalo, Bone. Seiring dengan penyebaran agama, Gorontalo juga menjadi pusat pendidikan dan perdagangan masyarakat. Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan perdagangan karena letaknya yang strategis.
Dengan letaknya yang stategis Gorontalo menjadi pusat pemerintahan yang disebut dengan Kepala Daerah Sulawesi Utara Afdeling Gorontalo. Sebelum masa penjajahan keadaaan daerah Gorontalo berbentuk kerajaan-kerajaan yang diatur menurut hukum adat ketatanegaraan Gorontalo.

Zaman Kolonial
Pada tahun 1889 sistem pemerintahan kerajaan dialihkan ke pemerintahan langsung yang dikenal dengan istilah "Rechtatreeks Bestur". Pada tahun 1911 terjadi lagi perubahan dalam struktur pemerintahan Daerah Limo lo pohalaa dibagi atas tiga Onder Afdeling.

Pasca-Kolonial
Sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, rakyat Gorontalo dipelopori oleh Bpk H. Nani Wartabone berjuang dan merdeka pada tanggal 23 Januari 1942. Selama kurang lebih dua tahun yaitu sampai tahun 1944 wilayah Gorontalo berdaulat dengan pemerintahan sendiri.

Agama
Orang Gorontalo hampir dapat dikatakan semuanya beragama Islam (99 %). Islam masuk ke daerah ini sekitar abad ke-16. Ada kemungkinan Islam masuk ke Gorontalo sekitar tahun 1400 Masehi (abad XV), jauh sebelum wali songo di Pulau Jawa, yaitu ditandai dengan adanya makam seorang wali yang bernama ‘Ju Panggola’ di Kelurahan Dembe I, Kota Barat, tepatnya di wilayah perbatasan Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.

Seni & Budaya
Gorontalo sebagai salah satu suku yang ada di Pulau Sulawesi memiliki aneka ragam kesenian daerah, baik tari, lagu, alat musik tradisional, adat-istiadat, upacara keagamaan, rumah adat, dan pakaian adat. Tarian yang cukup terkenal di daerah ini antara lain, Tari Bunga, Tari Polopalo, Tari Danadana, Zamrah, dan Tari Langga. Sedangkan lagu-lagu daerah Gorontalo yang cukup dikenal oleh masyarakat Gorontalo adalah Hulandalo Lipuu (Gorontalo Tempat Kelahiranku), Ambikoko, Mayiledungga (Telah Tiba), Mokarawo (Membuat Kerawang), Tobulalo Lo Limuto (Di Danau Limboto), dan Binde Biluhuta (Sup Jagung). Alat musik tradisional yang dikenal di daerah Gorontalo adalah Polopalo, Bambu, dan Gambus (berasal dari Arab).

Rumah Adat
Gorontalo memiliki rumah adatnya sendiri, yang disebut Bandayo Pomboide dan Dulohupa.

Bahasa Daerah
Orang Gorontalo menggunakan bahasa Gorontalo, yang terbagi atas tiga dialek, dialek Gorontalo, dialek Bolango, dan dialek Suwawa. Saat ini yang paling dominan adalah dialek Gorontalo.

Pakaian Adat
Gorontalo memiliki pakaian khas daerah sendiri baik untuk upacara perkawinan, khitanan, baiat (pembeatan wanita), penyambutan tamu, maupun yang lainnya. Untuk upacara perkawinan, pakaian daerah khas Gorontalo disebut Bili’u atau Paluawala. Pakaian adat ini umumnya dikenal terdiri atas tiga warna, yaitu ungu, kuning keemasan, dan hijau.

Pernikahan Adat
KERAGAMAN budaya Indonesia salah satunya terlihat pada prosesi atau adat pernikahan yang berbeda-beda. Provinsi Gorontalo sendiri memegang tradisi yang bernapaskan ajaran Islam.
Penduduk Gorontalo sebagian besar memeluk agama Islam. Adat istiadatnya sangat dipengaruhi ajaran dan kaidah Islam. Oleh karenanya, masyarakat Gorontalo memegang teguh semboyan adapt “Adati hula hula Sareati - Sareati hula hula to Kitabullah” yang artinya,” Adat bersendikan syara, syara bersendikan Kitabullah”.
Prosesi pernikahan dilaksanakan menurut upacara adat yang sesuai tahapan atau lenggota lo nikah.

C. Pengertian Dayango
Salah satu adat kebudayaan dari Gorontalo. Merupakan ritual adat yang dilakukan oleh suku Gorontalo. Ritual adat ini bermaksud untuk memberikan persembahan kepada Tuhan, yang dipercaya oleh suku Gorontalo sebagai Tuhannya. Ritual ini dilakukan oleh suku Gorontalo sebelum agama Islam masuk ke Gorontalo. Saat itu orang Gorontalo sudah percaya kepada Tuhan, hanya saja mereka bahwa Tuhan itu terdiri dari berbagai-bagai macam. Misalnya, Tuhan batu, Tuhan angin, Tuhan laut, dan sebagainya.
Yang paling dijadikan nomor satu bagi suku Gorontalo adalah Tuhan laut, karena mereka hidup dengan air, misalnya memakan ikan dari laut, hujan dan sebagainya. Jadi suku Gorontalo kerap kali memberikan persembahan kepada laut, tiap kali masyarakat merasa bahwa laut sedang meminta persembahan, misalnya saat ada badai, atau hujan besar dan kemarau. Suku Gorontalo percaya bahwa laut sedang marah dan meminta persembahan saat itu.
Dayango sendiri berarti sesajen atau persembahan. Persembahan yang merupakan sumbangan dari masyarakat itu ditaruh dalam baki yang besar atau dengan pelepah pisang.
Dalam prosesinya, para orang Gorontalo yang memberikan persembahan itu menari-nari bersama dengan ritme tertentu dan sambil mengucapkan mantera-mantera dalam bahasa Gorontalo, yang merupakan doa dan harapan mereka, lalu mereka menari sambil mengelilingi persembahan mereka tersebut dengan maksud mengundang roh para leluhur. Jadi ketika mereka sedang menari, ada beberapa yang mengalami kerasukan, jika sudah banyak yang kerasukan, maka sesajen itu ditaruh di atas perahu. Biasanya sesajen ditaruh di sungai bagian hulu, lalu selama mengalir sampai ke hilir atau ke laut, mereka menari-nari di pinggir sungai mengawal sesajen tersebut. Sesajen dilepas di laut dan mereka berharap agar keinginan mereka terwujud, bila tidak terwujud mereka akan melakukan Dayango sampai berulang-ulang, biasanya mereka akan menunggu sampai 7 hari, bila tidak terwujud akan dilakukan lagi Dayango, dan mereka juga mengganti penari-penari yang ada.
Di atas merupakan salah satu contoh Dayango yang dilakukan untuk Tuhan laut, selain untuk Tuhan laut, Dayango juga dilakukan untuk Tuhan lain, misalnya Tuhan angin, batu, tanah dan sebagainya.
Dayango terus dilakukan sampai akhirnya agama Islam masuk ke Gorontalo. Sejak Islam masuk hal-hal adat yang tidak sesuai dengan syariat Islam dibatalkan atau tidak diijinkan dilakukan lagi.



BAB III
ANALISA PENELITIAN

Dari teori yang didapat dan wawancara yang dilakukan, kami mendapatkan hasil bahwa Dayango merupakan salah satu adat di masa lampau jauh sebelum agama Islam masuk yang dipercayai oleh masyarakat Gorontalo sebagai suatu prosesi dalam memenuhi berbagai macam keinginan masyarakat Gorontalo, misalnya ingin air hujan di musim kemarau, keberhasilan panen, menghentikan bencana alam, dan sebagainya.
Masyarakat Gorontalo merupakan tipe suku yang sangat memegang teguh adatnya, mereka tidak akan melepaskan adat tersebut bahkan bila diperintah oleh Negara sekalipun, kecuali bila ada kepercayaan atau keyakinan baru yang mereka percayai.
Saat ini Dayango tidak lagi dilakukan oleh suku Gorontalo, dikarenakan mereka sudah mengenal Agama, yang hampir sebagian besar mempercayai agama Islam, karena agama Islam merupakan agama pertama yang masuk ke dalam Gorontalo. Mereka meyakini Islam dengan dalam, karena itu Dayango tidak lagi mereka lakukan.



KESIMPULAN

Sebenarnya Gorontalo bukanlah suatu kultur, Gorontalo merupakan gabungan dari berbagai suku, jadi Gorontalo merupakan hasil dari asimilasi atau percampuran dari berbagai budaya, salah satunya Hindu, maka yang datang ke Gorontalo juga adalah kebudayaan hindu yang pemula, ada yang dari Melanesia, ada yang dari Thailand, Ternate, dan Gowa. Kemudian kesimpulan berikut kultur Gorontalo itu tidak akan mati begitu saja bahkan bila dipaksa oleh negara, dia akan mati kecuali sudah ada budaya baru yang merasuk kehati dari setiap penduduk.
Salah satu kebudayaan yang dipercaya secara melekat oleh masyarakat Gorontalo adalah Dayango. Dayango sendiri berarti sesajen atau persembahan, suatu prosesi adat yang dilakukan untuk meminta suatu keinginan yang diinginkan oleh masyarakat tersebut.



LAMPIRAN
HASIL WAWANCARA(VERBATIM)
A. Identitas Subjek
Nama (Inisial) : Elnino M. Husein Mohi
Jenis Kelamin : Pria
Usia : 37 tahun
Pekerjaan : Anggota DPD-RI
Pendidikan : S2
Alamat : Jl. Barito No 38 Bulotadaa Timur, Kota Utara Gorontalo
B. Hasil Wawancara
Tanya: Selamat Pagi Kak Ninong maaf pagi-pagi sudah mengganggu
Jawab: Iya pagi
Tanya : Apa sih kebudayaan Dayango itu sendiri?
Jawab : Jadi Dayango ini bukan berarti kaya dayang, dia adalah 1 kata eee saya lupa, apa namanya, akar katanya, yang berarti adalah, artinya itu adalah, eee... Sesajen, atau sesembahan gitu, prosesi sesembahan untuk Tuhan laut, gitu.
Tanya : Mengapa kebudayaan Dayango menjadi kebiasaan bagi rakyat Gorontalo?
Jawab : karena waktu itu belum adanya agama di gorontalo rakyat masih mempercayai agama itu adalah adat, oleh karena itu mereka menganggap tuhan itu adalah hal-hal seperti tuhan laut,tuhan batu,tuhan langit,dan lain-lain,makanya dayango inilah yang menjadi kebiasaan atau kepercayaan semua rakyat disana sebelum masuknya agama islam dan akhirnya Terus lah proses dayango ini ada sampai islam masuk pada tahun 1512.
Tanya : Sejarah bisa ada kebudayaan Dayango gimana?
Jawab : Suku Gorontalo itu adalah hasil dari penyatuan berbagai suku, dan karena itu secara genetik, orang Gorontalo pasti unggul. Nah, berbagai, emm.. Suku itu, datang ke Gorontalo, jadi 1, lalu, agamanya kan apa? Kan gitu.. Agamanya bercampur kepercayaan ini. Ada yang dari agama yang macam-macam itu, tapi yang jelas Islam enggak. Lalu, (subjek sibuk dengan urusannya)
Eh, sampe dimana tadi?
Nah, jadi belom ada agama-agama yang kita tau ini. Belom ada agama-agama waktu itu di Gorontalo pada taun 1300an. Jadi disana berkembanglah berbagai kepercayaan yang berasal dari suku-suku termasuk misalnya kepercayaan yang disebut dengan kalo istilah orang biasa animisme. Animisme ini berasal dari berbagai suku yang datang itu, dia menjadi ditinggalkan oleh generasi ke generasi. Pada tahun 1200an sampai tahun 1300an, munculah bahasa Gorontalo karena sudah menyatu. Itulah, apa namanya eeee, kepercayaan yang disebut dengan Kepercayaan Adati. Adati itu bukan, sebenarnya bukan bermakna adat, gitu. Adat itu dulu adalah agamanya orang-orang Gorontalo dimasa Islam belum masuk, agama yang besar, agama yang pertama kali masuk ke Gorontalo itu kan Islam itu pada tahun 1500, nah.. 1512. Jadi baru mau 500 taun ini taun 2012 ini. Nah, pada tahun 1512 Islam baru masuk, sebelum itu Gorontalo nggak kenal Islam, yang orang Gorontalo kenal itu dari berbagai suku-suku ini yang sudah menjadi 1 suku itu adalah EYA, Eya yang berarti Tuhan, yang Tuhan itu hanya 1. .........?? Tuhan yang 1 itu, aaa apa namanya, emm bahasa Indonesianya manifestasi. Iya, manifestasi Tuhan yang 1 itu ada banyak, gitu. Nah kalo di Islam kan ada yang disebut dengan 99 nama dan 22 sifat, ya arrahman, rohim, kan begitu. Nah, kalo ini dia seakan-akan menjadi Tuhannya banyak, gitu. Sesat mereka ini, walaupun mereka percaya pada 1 Tuhan, tapi seakan-akan Tuhannya banyak, ada Tuhan batu, animisme jadinya kan? Ada Tuhan pohon, ada Tuhan orang, ada Tuhan.. Eee.. Kalo misalnya dulu ada sandal, kira-kira ada Tuhan sandal waktu itu.. Cuma belum ada sandal waktu itu, hhahaha... Ada Tuhan laut, aaa. Nah jadi, untuk eee mensejahterahkan dia punya kehidupan, maka kan harus ada restu dari Tuhan. Ya kan? Nah, eee banyak cara untuk penyembahan, kira-kira seperti agama Hindu, ya persembahan-persembahan kaya gitu lah. Nah, budaya Hindu itu lah yang masuk ke Gorontalo sifatnya? Jadi kaya gitu.
Nah, lalu aaa... Sebenarnya itu persembahan untuk Tuhan, nah salah satu yang paling menonjol di Gorontalo itu adalah Tuhan laut. Ah, saya sudah lupa apa namanya Tuhan laut itu. Nah, emm Tuhan laut ini, kenapa Tuhan laut menjadi penting, karena waktu itu, ya mereka kan hidupnya cuma dari 2 kan, dari buah-buahan yang tumbuh, yang dipetik dan dari ikan yang ada di air, di laut, di danau, gitu. Nah, yang paling besar kan laut tuh, jadi mereka ingin memberikan persembahan yang terbaiknya kepada Tuhan laut. Nah, Tuhan laut ini, apa namanya, eee dianggap meminta sesembahan atau sesajen, dianggap meminta sesajen, gitu. Jadi itu dianggap ya? Dianggap meminta sesajen ketika terjadi misalnya ombak laut yang gede, eee lalu atau hujan yang sangat keras, karna orang Gorontalo tau bahwa air hujan itu berasal dari laut, baru apalagi ya.. Eee kemarau yang panjang, itu akhirnya mereka juga meminta hujan, karna hujan itu dari laut juga, gitu.
Nah, eee untuk persembahan kepada Tuhan laut itu, maka munculah ritual yang disebut dengan DAYANGO.
Tanya: Dikenal sejak kapan Dayango oleh rakyat Gorontalo?
Jawab: Sebelum tahun 1512 karena di tahun itulah agama Islam baru masuk
Tanya: Proses Dayango itu sendiri gimana?
Jawab: Jadi rakyat itu, di... Apa namanya, di... Diajak menari, menari dengan eee... Apa namanya, ritme tertentu, sambil berkeliling, gitu. Diajak menari dengan ritme tertentu, ada mantra-mantranya eee, sebenarnya itu doa, gitu, dalam bahasa Gorontalo, lalu kira-kira prosesnya itu seperti eee, jadi berkeliling gitu, jadi kaya Afrika gitu, dia berkeliling, mengelilingi persembahan ini.misalnya meminta ujan maka diambil lah sesajen sumbangan dari seluruh rakyat yang ada di kumpul dan diletakkan di pelepah pisang atau hupato,dimana itu pelepah daun biasanya ada makanan atau buah-buahan.menari dan membaca matra bertujuan untuk memanggil roh para leluhur mereka percaya untuk mencapai tuhan harus ada bantuan para leluhur sehinggah ada salah satu dari mereka atau beberapa orang kerasuka atau bahasa gorontalonnya ilotuanga yang artinya terisikan dimana roh tersebut masuk ke tubuhnya kemudian mengangkat sesajen tersebut ke perahu lalu dihanyutkan disungai sambil menari hinggah ke muara laut untuk disembahkan ke tuhan laut.
Tanya: apa proses dayango ini masih terus ada sampai sekarang?
Jawab : proses tersebut masih ada hanya saja orang-orang tertentu saja yang masih tetap percaya dengan adat tersebut karena emang adat itu dianggap agama makanya itu sudah jadi kepercayaan walaupun mereka mempunyai agama.
Tanya: Oh…begitu baiklah kalau begitu terima kasih ini atas waktunya maaf telah mengganggu waktu bapak.
Jawab: Iya sama-sama



DAFTAR PUSTAKA

Dewaarka (2009). “Kebiasaan Hidup Bermasyarakat Suku Gorontalo”. pp.http://dewaarka.wordpress.com/2009/11/24/kebiasaan-%E2%80%93kebiasaan-hidup-bermasyarakat-suku-gorontalo/. Diakses tanggal : 18-12-2011.
___. “Gorontalo”. http://id.wikipedia.org/wiki/Gorontalo. Diakses tanggal : 19-12-2011.
Christopel Paino. “Dayango Dilarang Banjir pun Datang”. http://www.lenteratimur.com/dayango-dilarang-banjir-pun-datang/. Diakses tanggal : 19-12-2011.
____. “Agama, Seni, dan Budaya”. http://www.gorontalo-info.20megsfree.com/asb.html . diakses tanggal : 8 – 12-2011
Ernowo, Pasha. “Menyibak Prosesi Pernikahan Adat Gorontalo”. http://travel.okezone.com/read/2011/05/13/408/456698/menyibak-prosesi-pernikahan-adat-gorontalo tanggal : 19- 12-2011

Sabtu, 10 Desember 2011

Laporan Tugas Softskill : Psikologi Lintas Budaya

Nama : Annisa Ayu Widyasari
NPM : 13509769
Kelas : 3PA01
Suku : Gorontalo

Kelompok kami memilih suku Gorontalo sebagai tema makalah kali ini. Kami juga sepakat untuk membahas mengenai Budaya yang ada pada suku Gorontalo.
Selain itu, Kami semua juga sudah pergi ke TMII (Taman Mini Indonesia Indah) untuk lebih melengkapi bahan-bahan kami. Saya pergi kesana dengan semua anggota kelompok saya dengan beberapa teman yang berbeda kelompok. Kami mempunyai tujuan yang sama yaitu melihat masing-masing rumah adat beserta isinya sesuai dari suku masing-masing kelompok yang sudah dipilih untuk tema makalah ini. Tetapi, sesampainya disana ternyata rumah adat Gorontalo sedang ditutup sehingga kelompok kami tidak bisa mendapatkan informasi disana. Oleh karena itu, saya dan kelompok saya hanya berkeliling melihat rumah adat yang lain.
Dengan adanya hambatan dalam proses pengambilan data di TMII (Taman Mini Indonesia Indah) kami pun akhirnya sepakat untuk mencari bahan-bahan mengenai Budaya di Gorontalo melalui internet. Saya pun sudah mendapat beberapa budaya dari gorontalo seperti bagaimana jalannya proses pernikahan dalam adat gorontalo, bahasa daerah, pakaian adat, dan lain sebagainya.
Kelompok Kami juga sudah mendapatkan subjek 1 orang dari salah seorang orangtua dari teman kami. Jadi, sejauh ini proses pengerjaan baru dalam tahap pencarian data oleh setiap anggota dan Rencananya minggu depan kami akan melakukan kerja kelompok yang lebih intensif dari sebelumnya sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat waktu.