Minggu, 21 Oktober 2012

Sequential Access Storage Device (SASD), Direct Access Storage Device (DASD), Batch Processing, Online Processing, dan Real time Processing


Pada bahasan kali ini saya akan membahas mengenai apa itu Sequential Access Storage Device (SASD), Direct Access Storage Device (DASD), Batch Processing, Online Processing, dan Real time Processing. Pertama-tama saya akan membahas mengenai media penyimpanan yang terdiri dari SASD dan DASD.

SASD dan DASD
Sequential Access Storage Device (SASD) dan Direct Access Storage Device (DASD) digolongkan sebagai secondary storage device atau media penyimpanan sekunder. Secondary storage (Auxilary Storage) merupakan tempat penyimpanan luar (external memory) karena tempat penyimpanan tersebut terpisah dari komputer itu sendiri yang biasa digunakan untuk menyimpan data dan program dalam bentuk semi permanen.
Tujuan utama storage (secondary storage) diantaranya adalah :
  1.  Menyimpan data dan program secara lebih permanen dan tidak tergantung pada satu daya atau aliran listrik Karena informasi yang disimpan di memori(primary storage), khususnya RAM bersifat volatile (informasi akan hilang jika listrik mati)
  2. Alat pendistribusian, yaitu memindahkan data dan program dari satu komputer ke komputer yang lain.
  3. Sebagai cadangan (backup), guna mengamankan data yang telah dimiliki.
Penjelasan mengenai 2 (dua) jenis Secondary Storage adalah sebagai berikut :
  1. Perangkat Simpan Sequential Access Storage Device (SASD) adalah suatu perangkat simpan yang bekerja secara sekuensial. Dengan kata lain, perangkat simpan ini bekerja dengan cara membaca (atau menulis) data secara urut dari awal sampai akhir, tanpa ada kemungkinan meloncat atau melewati bagian tertentu. Contoh perangkat simpan ini adalah : kaset atau magnetic tape, punched card, dan punched paper tape. Perangkat simpan ini sudah jarang dipakai dan relatif lambat, tetapi harganya relatif murah. Perangkat simpan SASD biasanya digunakan untuk membuat cadangan (backup) data dan program, karena untuk membuat data cadangan tidak diperlukan kecepatan tinggi.
  2. Perangkat Simpan Direct Access Storage Device (DASD)  adalah suatu perangkat simpan yang bekerja dengan cara langsung. Artinya, perangkat tersebut dapat membaca atau menulis langsung ditempat yang diperlukan.
Contoh perangkat ini adalah :
-         Magnetic Disk : menggunakan medan magnet, contoh : floppy disk (disket), hard-disk, dan Zip disk
-         Optical Disk : menggunakan sinar laser. Contoh : CD/DVD
Keuntungan dari media DASD adalah kerjanya cepat, tetapi kelemahannya adalah harganya kadang-kadang masih terhitung mahal, terutama bila diperhitungkan alat pembaca dan penulisnya.

Beberapa pertimbangan di dalam memilih alat penyimpan :
1.      Cara penyusunan data
2.      Kapasitas penyimpan
3.      Waktu akses
4.      Kecepatan transfer data
5.      Harga
6.      Persyaratan pemeliharaan
7.      Standarisasi

Kesimpulan dari kedua penyimpanan diatas adalah bahwa keduanya mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dimana SASD perangkat sistem yang prosesnya lebih lambat karena pencarian data harus dilakukan dari awal tetapi harganya terhitung murah, sedangkan DASD prosesnya lebih cepat karena untuk mengambil data tertentu tidak perlu dari awal tetapi harganya jauh lebih mahal dibanding SASD. Sekarang, tergantung kita untuk memilih model mana yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Selanjutnya saya akan membahas tentang jenis pemrosesan/pengolahan data seperti berikut : Batch Processing, On-line Processing, dan Real time Processing

Batch Processing, Online Processing, dan Real time Processing

Batch Processing adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang  terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebut terkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses.
 Contoh dari penggunaan batch processing adalah :
  1.  An electricity company, menghasilkan suatu tagihan bagi pelanggan setiap satu bulan sekali. Semua data listrik akan dikumpulkan atau diperkirakan lebih dari satu bulan, kemudian batch diproses, setelah itu  biaya tagihan dihitung dan dicetak.
  2. A mail order company, menerima pesanan melalui pos sepanjang minggu dan kemudian semua rincian yang dimasukkan ke dalam komputer pada hari Jumat dan diproses selama akhir pekan. Kemudian, siap untuk pengiriman minggu berikutnya.
  3. pengolahan hasil survei, yang telah dikumpulkan selama beberapa minggu.
  4. pengolahan upah / gaji bulanan, termasuk transfer bank dan pencetakan keluar dari slip gaji.
Dalam suatu sistem batch processing, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, dilakukan validasi tertentu, dan ditambahkan ke transaction file yang berisi transaksi lain, dan kemudian dientri ke dalam sistem secara periodik. Di waktu kemudian, selama siklus pengolahan berikutnya, transaction file dapat divalidasi lebih lanjut dan kemudian digunakan untuk meng-up date master file yang berkaitan.

Online Processing 
Data diolah segera ketika sedang dimasukkan, pengguna biasanya hanya harus menunggu waktu yang singkat untuk ditanggapi. Sistem ini mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdate kan ke data induk. Salah satu contoh penggunaan o­nline processing adalah:
  1. sistem pemesanan tiket pesawat yang digunakan oleh agen perjalanan atau diakses langsung oleh pelanggan melalui Internet. Setiap update Pemesanan database pusat segera untuk menghindari kursi pemesanan ganda.
  2. sistem reservasi untuk pemesanan tiket teater. Hal ini dapat diakses oleh pemesanan staf di teater atau langsung oleh pelanggan melalui Internet.
Manfaat penggunaan Online Processing :
  • Menyediakan suatu informasi yang up-to-date.
  • Menyediakan suatu proses kontrol lebih awal
  • Meniadakan proses sortir dan pengubahan data.
Kerugian penggunaan Online Processing :
  • Membutuhkan peralatan yang lebih mahal.
  • Tidak dapat menggunakan batch kontrol. 

Real time Processing
Sistem real time adalah suatu sistem yang mengendalikan sistem fisik. Sistem ini mengharuskan komputer segera untuk data yang masuk dan menghasilkan output yang sesuai. sistem real time adalah sistem yang menggunakan deadline, yaitu pekerjaan harus selesai jangka waktu tertentu. Sementara itu, sistem yang tidak real time adalah sistem dimana tidak ada deadline, walaupun tentunya respons yang cepat atau performa yang tinggi tetap diharapkan.

Pada sistem real time, digunakan batasan waktu. Sistem dinyatakan gagal jika melewati batasan yang ada. Bentuk pengolahannya pun dapat menjadi mahal karena membutuhkan prosesor komputer cepat dan koneksi jaringan yang baik.
Contoh penggunaan:
  1. Sistem pilot yang otomatis, di mana masukan dari sensor pesawat harus menghasilkan output langsung untuk mengendalikan pesawat.
  2. Produksi baris komputer terkontrol dimana sensor terus-menerus memberikan umpan balik pada kecepatan dan posisi komponen.
  3. Di berbagai macam aplikasi, Sistem waktu nyata tersebut ditanam di dalam alat khusus seperti di kamera, mp3 players, sistem pengendali rem mobil. 
Keuntungan penggunaan Real time Processing :
Setiap kali ada reaksi cepat diperlukan karena beberapa jenis perubahan, proses real time dapat mengambil tindakan tanpa membutuhkan pengguna atau waktu proses yang lama terlebih dahulu.

Kesimpulan dari ketiga penjelasan diatas mengenai Batch Processing, On-line Processing, dan Real time Processing adalah kesamaan mereka sebagai bentuk pengolahan data. Ketiganya mempunyai kelebihan masing-masing, dimana Batch processing memungkinkan untuk melakukan tugas-tugas yang berulang-ulang pada sejumlah besar potongan-potongan data dengan cepat tanpa perlu adanya pengguna untuk memonitor. Sementara, On-line Processing memungkinkan pengguna untuk input data dan mendapatkan hasil dari pengolahan data dengan segera, dan  Real time Processing kita bisa mendapat reaksi cepat apabila ada perubahan-perubahan serta dapat mengambil tindakan tanpa membutuhkan proses waktu yang lama terlebih dahulu.

2.      Sulianta, F. (2008). Komputer Forensik. Jakarta : PT Elex Media Komputindo
3.      Ukar, K. (2006). Pengenalan Komputer. Jakarta : PT Elex Media Komputindo
8.      Bernstein, P. A. , Newcomer, E. (2009) Principles of Transaction Processing second edition.UK : Morgan Kaufman


4 komentar:

  1. Nice post :D
    Salam kenal ..
    Dan d tunggu kunjungannya d Catatan Asal http://guenchanz.wordpress.com/
    makasih ^^

    BalasHapus
  2. I have to say this has been probably the most helpful posts for me. Please keep it up. I cant kiss 888 wait to read whats next.

    BalasHapus
  3. Another helpful post. 3win8 angpao This is a very nice blog that I will definitively come back to several more times this year!

    BalasHapus